KodeEtik Wartawan. 1. Etika Komunikasi Tatap Muka. Dalam komunikasi tatap muka, orang - orang yang terlibat dalam proses komunikasi saling bertemu. Dengan begitu setiap orang dapat melihat langsung lawan bicaranya, termasuk melihat ekspresi wajah, pancaran mata, serta body language- nya. Akantetapi terdapat beberapa tantangan dari berbagai manfaat digital komunikasi tersebut. Jaringan internet yang tidak stabil biasanya terjadi di beberapa daerah atau terkendala pada website yang digunakan seperti pembelajaran online (daring). Selain itu, ada juga tantangan yang biasanya banyak terjadi yaitu Gaptek. Alasankenapa dalam komunikasi daring harus sesuai dengan etika internet adalah karena ada aturan undang-undang di negara kita yang mengatur etika didalam menggunakan layanan internet khususnya sosial media. UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. Padazaman saat ini di dunia nyata maupun di dunia maya atau internet ada hal penting yang harus di ketahui oleh semua orang. Apakah hal itu? , hal teersebut adalah etika. Etika semakin hari semakin menjamah seluruh aspek tetapi beberapa orang di dunia nyata maupun di dunia cyberspace etika hanya sebuah hal bodoh yang tidak begitu penting ContohSoal Simulasi Digital Dan . 10Mengapa dalam melakukan komunikasi daring harus sesuai dengan etika internet. Contoh soal komunikasi daring beserta jawabannya. Soal Pilihan Ganda dan jawaban Simulasi Digital 1. Tidak hanya itu sering kali juga. Berikut ini adalah video ujian daring pembatik level 1 beserta jawabannya. ccfD. Komunikasi digital cukup memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Meskipun begitu masih ada dampak negatif yang muncul, misalnya adalah maraknya cyberbullying ataupun penipuan berbasis online. Tanpa adanya etika komunikasi yang baik hal tersebut tidak dapat dihindari. Menurut data dari internet sebanyak 49% masyarakat Indonesia pernah mengalami cyberbullying di media sosial. Presentase ini akan terus meningkat. Kejahatan cyber ini juga terlihat oleh patroli cyber, setidaknya ada 3269 pengaduan yang termuat di statistik data patroli cyber terkait kejahatan dunia maya. Menurut teori yang disampaikan Thomas Nilsen untuk mencapai komunikasi yang baik antarpersonal, salah satunya adalah harus menghormati ide, perasaan, maksud dan integritas lawan bicara. Namun melihat pernyataan Thomas Nilsen, rasanya teori ini tidak sesuai dengan realita kehidupan media sosial masyarakat Indonesia. Akibat kurang adanya toleransi mengenai poin-poin tersebut, seringkali masyarakat dengan mudah mengeluarkan berbagai perkataan ataupun melakukan tindakan yang kurang sopan dalam menggunakan media sosial. Etika komunikasi hadir sebagai suatu pendidikan dan pedoman berperilaku di dunia maya, etika komunikasi menarik untuk dikaji lebih lanjut karena dengan adanya pemahaman terkait hal ini dapat menjadi kontrol tersendiri bagi generasi Z dalam berkomunikasi di media sosial. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PENTINGNYA ETIKA KOMUNIKASI DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIALPADA GENERASI ZOlehAhmad SuryanegaraErlisa Nurul Rifanierlisanr BrawijayaAbstrak Komunikasi digital cukup memberikan dampak positif bagi kehidupan begitu masih ada dampak negatif yang muncul, misalnya adalah maraknya cyberbullyingataupun penipuan berbasis online. Tanpa adanya etika komunikasi yang baik hal tersebut tidakdapat dihindari. Menurut data dari internet sebanyak 49% masyarakat Indonesia pernah mengalamicyberbullying di media sosial. Presentase ini akan terus meningkat. Kejahatan cyber ini juga terlihatoleh patroli cyber, setidaknya ada 3269 pengaduan yang termuat di statistik data patroli cyberterkait kejahatan dunia maya. Menurut teori yang disampaikan Thomas Nilsen untuk mencapaikomunikasi yang baik antarpersonal, salah satunya adalah harus menghormati ide, perasaan,maksud dan integritas lawan bicara. Namun melihat pernyataan Thomas Nilsen, rasanya teori initidak sesuai dengan realita kehidupan media sosial masyarakat Indonesia. Akibat kurang adanyatoleransi mengenai poin-poin tersebut, seringkali masyarakat dengan mudah mengeluarkan berbagaiperkataan ataupun melakukan tindakan yang kurang sopan dalam menggunakan media sosial. Etikakomunikasi hadir sebagai suatu pendidikan dan pedoman berperilaku di dunia maya, etikakomunikasi menarik untuk dikaji lebih lanjut karena dengan adanya pemahaman terkait hal inidapat menjadi kontrol tersendiri bagi generasi Z dalam berkomunikasi di media Kunci etika komunikasi, media sosial, generasi ZKomunikasi digital cukup memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Meskipunbegitu, masih ada dampak negatif yang muncul karenanya. Misalnya saja adalah maraknyacyberbullying, ataupun penipuan berbasis online. Tanpa adanya etika komunikasi yang baik, hal-haldi atas tidak dapat data dari internet, sebanyak 49% masyarakat Indonesia pernah mengalamicyberbullying di media sosial. Jika hal di atas tidak diatasi dengan benar, presentase ini akan terusmeningkat. Kejahatan siber ini juga terlihat juga pada laman Patroli Siber. Setidaknya ada 3269pengaduan yang termuat di statistik data Patroli Siber terkait kasus kejahatan dunia lain juga mengungkap bahwa selama pandemi ini, kejahatan di sosial media terusmeroket. Secara tidak langsung, kejahatan maya ini dapat berdampak buruk pada psikologis korban. Pada keadaan yang sangat rawan, cyberbullying berakhir pada kasus bunuh diri. Fakta ini diambilmelalui berita harian Antara teori yang disampaikan Thomas Nilsen, untuk mencapai komunikasi yang baikantarpersonal, salah satunya adalah harus menghormati ide, perasaan, maksud, dan integritas lawanbicara. Namun, melihat pernyataan pada paragraf pertama, rasanya teori ini tidak sesuai denganrealita kehidupan sosial media masyarakat Indonesia. Akibat kurang adanya toleransi mengenaipoin-poin tersebut, acap kali masyarakat dengan mudah mengeluarkan berbagai perkataan ataupunmelakukan tindakan yang tidak pantas di dalam bersosial berbagai kasus dan data yang tersaji, penulis dapat menyimpulkan bahwakesadaran etika komunikasi dalam bersosial media belum berkembang baik di benak masyarakatIndonesia. Angka kejahatan siber yang juga meningkat ikut menguatkan argumen penulis terhadapkehidupan digital warga ini cyberbullying juga terjadi pada pemain bola Persija, Patrich Wanggai. Ia mendapatdiskriminasi dari netizen Indonesia melalui akun instagram komunikasi hadir sebagai suatu pendidikan dan pedoman berperilaku di dunia komunikasi sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut karena dengan adanya pemahamanterkait hal ini, dapat menjadi kontrol tersendiri bagi generasi Z dalam berkomunikasi di pemaparan di atas, artikel ini akan difokuskan pada pentingnya etika komunikasidalam menggunakan media sosial pada generasi Z. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalahuntuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai pentingnya etika komunikasi dalammenggunakan media sosial pada generasi KomunikasiMenurut Webster Dictionary, secara etimologis, etika adalah suatu disiplin ilmu yangmenjelaskan sesuatu yang baik dan yang buruk, mana tugas atau kewajiban moral, atau bisa jugamengenai kumpulan prinsip atau nilai moral. Seringkali dalam kehidupan sehari-hari penggunaankata etika dan moral dicampuradukkan. Padahal kedua kata tersebut memiliki makna yang berbedasatu sama lain. Istilah moral digunakan untuk menjelaskan baik dan buruknya manusia sebagaimanusia secara keseluruhan, sedangkan istilah etika digunakan untuk menjelaskan pemikiransistematis mengenai moralitas Magnis Suseno, 2003.Komunikasi adalah upaya untuk membuat pendapat/ide, menyatakan perasaan, agar diketahuiatau dipahami oleh orang lain dan kemampuan untuk menyampaikan informasi/pesan darikomunikator ke komunikan melalui saluran/media dengan harapan mendapatkan umpan yang ada dalam komunikasi adalah komunikator, pesan,, komunikan danrespon/feedback. Mulyana, 2015. Dengan berkomunikasi manusia dapat saling berhubungan satusama lain untuk menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Pada umumnya bentuk komunikasi yangdilakukan oleh manusia adalah bahasa sinyal, bicara, tulisan, gerakan, dan menyampaikan pesan dari komunikator ke komunikasi tersebut diperlukan adanyaaturan atau etika. Hal ini dikarenakan saat ini manusia hidup dalam masyarakat yang terusberkembang. Di mana perkembangan tersebut menyebabkan masyarakat semakin etika komunikasi yang baik akan terjalin hubungan yang baik dan harmonis antar apabila tidak ada etika komunikasi yang baik maka akan menimbulkan kesalahpahamandan kemudian menyebabkan perselisihan dan pertikaian antar manusia. Media baru yang muncul memungkinkan orang-orang dapat berkomunikasi dari jarak jauhdengan basis internet menggunakan perangkat mobile ataupun komputer Vera, 2016. Seiringdengan kebutuhan manusia dan perkembangan teknologi saat ini. Perangkat-perangkat tersebut jugamemberikan fitur yang mempermudah manusia untuk berkomunikasi yakni melalui media mempermudah manusia dalam berkomunikasi, media sosial juga dapat memberikan dampakburuk apabila penggunanya tidak menerapkan etika dalam menggunakannya. Adapun pelanggaranetika berkomunikasi yang sering dijumpai di media sosial adalah penyebaran berita hoax, cyberbullying, pelanggaran hak cipta, dan penyebaran konten Etika Komunikasi dalam Menggunakan Media Sosial Saat IniKementerian Komunikasi dan Informatika Kemenkominfo mengungkapkan bahwa penggunainternet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Berdasarkan jumlah tersebut, 95 persennyamenggunakan internet untuk mengakses media sosial. Direktur Pelayanan Informasi InternasionalDitjen Informasi dan Komunikasi Publik IKP, Selamatta Sembiring, mengatakan bahwa platformmedia sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempatiperingkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India. Kehadiranmedia sosial ini menjadi salah satu penyebab tingginya penggunaan internet di kalangan generasi Nasrullah 2015 media sosial adalah medium di internet yang memungkinkanpengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasidengan pengguna lain membentuk ikatan sosial secara virtual. Dari beberapa manfaat darimunculnya media sosial ini, muncul juga permasalahan komunikasi yang dialami. Permasalahantersebut muncul akibat penggunanya mengabaikan etika dalam berkomunikasi. Tidak jarang mediasosial tersebut digunakan untuk menceritakan segala aktivitas yang dikerjakan dan menjadi tempatuntuk meluapkan emosi dengan mengesampingkan dari etika komunikasi di media sosial salah satunya dapat diketahui dari carakomunikasi yang santun. Sebab etika komunikasi akan berbicara mengenai penyampaian bahasa,dan implementasi tersebut dapat dilihat dari kesantunan dalam berkomunikasi. Kesantunan dalamberkomunikasi dapat dilihat dari penggunaan pilihan kata atau kalimat yang diunggah ke sosialmedia. Dalam melakukan komunikasi di media sosial seringkali ditemukan kata-kata kasar yangmuncul dalam percakapan. Sebaiknya gunakan bahasa dan pilihan kata yang kayak dan sopan, tidakmenggunakan kata-kata kasar atau semacamnya baik secara sengaja maupun tidak itu masih terdapat beberapa etika komunikasi dalam menggunakan media sosial yangsebaiknya diterapkan. Pertama, tidak menyebarkan informasi-informasi terkait dengan SARASuku, Agama, dan Ras dan pornografi. Kedua, tidak menelan mentah-mentah informasi yangdidapat dari media sosial sebab tidak jarang sekarang ini beredar berita hoax. Ketiga, tidakmenyebarkan hasil karya orang lain atau informasi tanpa mencantumkan dasarnya, penerapan etika dalam berkomunikasi di ruang publik secara tidak langsungbergantung pada masing-masing individu. Setiap pengguna memiliki kendali penuh ataspengendalian dirinya dan bersikap dewasa dalam melakukan sesuatu serta dapat bertanggung jawabatas apapun yang diunggah di media sosial. Sebagai pengguna aktif, generasi Z perlu mengetahuibahwa sistematika berkomunikasi melalui media sosial tidak jauh beda dari berkomunikasilangsung di dunia nyata. Oleh karena itu, kebebasan komunikasi di media dibatasi oleh nilai,norma, dan aturan lainnya. PENUTUPEtika komunikasi adalah hal penting yang harus dipahami bersama oleh generasi Z. Era digitalmemang sedikit nampak seperti sebuah inovasi dan wajah baru. Meskipun begitu, ada banyak sekalidampak buruk yang bisa ditimbulkan apabila kita tidak menerapkan etika komunikasi. Pentingnyaetika komunikasi juga diperlukan sebagai benteng filtrasi terhadap budaya asing yang tidak sesuaidengan kebudayaan nasional. Di era seperti saat ini, banyak sekali ideologi yang masuk denganmudah di berbagai aplikasi maupun website, kemampuan manajerial dan filtrasi dalamberkomunikasi sangatlah penting untuk mewaspadai hal akan terus terjadi. Sebagai generasi muda kita tidak bisa menolak adanya perubahandan kemudian menutup diri. Pendapat ahli harus kita kaji lagi hingga sesuai dengan perkembanganzaman, dan manajemen baru. Selain itu, kita juga bisa paradigma akan terus bermunculan, halterpenting adalah bagaimana kita bisa menyerap dan memaknai etika komunikasi sebagai suatudasar penting dalam berinteraksi di era RUJUKANIhsanullah, MHD. 2016, 5 10. Analysis of social capital in the community college. Use of theinternet N. 2005, 5 11. An educator’s guide to cyberbullying and cyberthreats Responding to thechallenge of online social aggression, threats, and distress. Diambil kembali dari Center for Safeand Responsible Use of the Internet. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. PENYULUHAN DARING ETIKA KOMUNIKASI MENGGUNAKAN EMAIL UNTUK MENUNJANG EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DALAM BISNIS AbstractBanyak badan usaha baik itu usaha besar, menengah maupun kecil yang memanfaatkan internet sebagai sarana untuk menjalankan usahanya. Penggunaan email dipilih sebagai salah satu medium komunikasi dalam konteks bisnis maupun pemasaran. Email dapat digunakan untuk berkomunikasi antara pemilik usaha dengan konsumen atau calon konsumen, atau bahkan sesama pemilik usaha untuk berkomunikasi terkait bidang usahanya. Komunikasi menggunakan email ini dapat digunakan dalam konteks komunikasi bisnis dalam interaksi antarpribadi maupun dalam kelompok. Email dapat mengakomodir kebutuhan pengiriman dokumen, gambar, maupun video yang diperlukan dalam menjalani bisnis maupun pemasaran. Seperti komunikasi dalam konteks antarpribadi maupun kelompok, diperhatikan tata cara dan etika komunikasi yangdilakukan melalui pengunaan email. Komunikasi yang dilakukan secara langsung akan terikat dengan budaya dan aturan, termasuk juga etika. Begitu pula ketka komunikasi yang dilakukan dimediasi menggunakan media, dalam hal ini adalah email. Memahami email dan penggunaan fitur-fitur yang dimilikinya sebagai satu alat komunikasi perlu dipelajari sebelum seseorang menggunakannya. Selain itu, etika dalam berkomunikasi ketika menggunakan email juga menjadi satu hal penting yang perlu diperhatikan. Remaja sebagai pengguna aktif media elektronik dan digital dilihat perlu mendapatkan bekal literasi penggunaan email sesuai dengan etika yang berlaku. Berdasarkan dasar pemikiran tersebut, maka literasi etika komunikasi dalam menggunakan email untuk menunjang efektivitas komunikasi dalam bisnis perlu diberikan kepada siswa sekolah menengah sebagai bekal literasi dan kemahiran berkomunikasi mereka dalam dunia profesional. Literasi media digital terkait etika komunikasi menggunakan email untuk menunjang efektivitas komunikasi bisnis akan diberikan kepada siswa SMKN 1 Kota Tangerang khususnya siswa dengan peminatan Bisnis Daring dan Pemasaran sebagai bekal ketrampilan berkomunikasi mereka. Keywordsetika komunikasi, email, komunikasi bisnis References Ali, H. & David, 2014. “Hello and good day to you dear Dr. …” Greetings and closings in Supervisors-Supervisees Email Exchanges. Procedia – Social and Behavioral Science 118, E. M., Rady, S., Gad, W., & Moawad, I. F. 2018. Efficient email classification approach based on semantic methods. Ain Shams Engineering Journal 9, 2009. Efektivitas Email untuk Pemasaran. Jurnal EKSIS 22, I. 2017. The Function of Interpersonal Communication in Conflict Management Organization. SHS Web of Conferences 33. Kacerauskas, T. 2019. Ethics in Business and Communicatin Common Ground or Incommensurable? Business Administration and Management 221, M., & Taherdoost, H. 2016. Persuing of Organizational Culture Effects on E-mail Communication. Procedia Technology 22, R. 2017. Perubahan Budaya Komunikasi pada Pengguna WhatsApp di Era Media Baru. Jurnal Ilmu Komunikasi Efek – JIKE 1 1.Briandana, R. & Dwityas, 2019. Media Literacy An Analysis of Social Media Usage among Millenials. International Journal of English Literature and Social Sciences 42, J. V., & Bovee, C. L. 2013. Excellence in Business Communication Tenth Edition. New Jersey Pearson. DOI are currently no refbacks. Copyright c 2021 Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial JPDS This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. Editorial and Administration OfficeThis Journal is published by Universitas Negeri Malang, under the management of Faculty of Social St. No. 5 Building I3, Pos Code 0341 551312. Homepage JPDS Indexed By Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial JPDS is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike International License,View JPDS Stats Apakah etika dalam berkomunikasi melalui internet? Etika Internet pada dasarnya sama dengan etika berkomunikasi di “dunia nyata” dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, menggunakan kata-kata yang baik sopan, ramah, serta berbicara jelas dan mudah dimengerti. Bagaimana etika dalam berkomunikasi secara daring yang baik? 10 Etika Berkomunikasi Dalam Pembelajaran Daring. Mulailah Segala Sesuatu dengan Salam. ... . 2. Hati-hati dalam Menggunakan Huruf Kapital. ... . 3. Tidak Perlu Menggunakan Banyak Emoji. ... . 4. Baca Informasi di Laman Deskripsi Grup Belajar. ... . Tetap Sopan dan Santun Walau Cuma Chatting. ... . 6. Berkomentar dengan Baik dan Bijak.. Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum sepenuhnya terkendali memang telah membatasi aktivitas fisik kita. Namun, perlu diingat kalau masih banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tetap terhubung satu sama lain, dan ada banyak ruang-ruang yang sengaja dibuka untuk kita masuki agar tetap dapat mengembangkan kemampuan satunya seperti kelas-kelas daring Hipwee bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Kemkominfo dan Siberkreasi sejak empat bulan terakhir, yang dijalankan dalam rangka mendukung anak muda tetap terhubung dan berkembang melalui diskusi inspiratif serta edukatif bersama sosok yang memiliki pengalaman diskusi yang diusung dalam kelas-kelas daring tersebut nggak hanya sekadar pelipur bosan di tengah imbauan di rumah saja. Lebih jauh, sangat penting dan relevan bagi kehidupan anak muda masa kini, seperti tentang kesehatan mental, seluk beluk bisnis skala UMKM, hingga serba-serbi dunia digital. Kelas yang digelar pada Kamis 26/8 misalnya, mengangkat topik tentang etika Etika Komunikasi dalam Bisnis OnlineCo-founder & Business Development GOTOSOVIE Ewindha Sari dok. Tangkapan layar/ZoomDibawakan oleh Co-founder & Business Development GOTOSOVIE Ewindha Sari, kelas tentang etika komunikasi dalam bisnis daring ini sangat terasa urgensinya untuk dipelajari lebih jauh. Meski tampak sederhana, Ewindha dalam penjelasannya mengatakan bahwa berkomunikasi dalam konteks bisnis nggak seperti percakapan kasual antar teman. Tujuan dari komunikasinya pun nggak sekadar menyampaikan sebuah pesan. Lebih jauh adalah untuk meyakinkan calon pembeli dan menjaga hubungan baik ke karena itu menurutnya, komunikasi dalam bisnis harus lebih persuasif dari obrolan serius bersama teman. Artinya, kita harus lebih memerhatikan pilihan kata hingga bahasa tubuh, atau penggunaan emoji jika komunikasi dilangsungkan dalam format teks, demi tercapainya tujuan-tujuan juga mengatakan kalau etika komunikasi dalam bisnis ini erat hubungannya dengan interpersonal skill, atau kemampuan seseorang untuk berkomunikasi, berinteraksi, hingga menjaga hubungan dengan orang lain dalam berbagai keadaan. Satu poin penting yang ditekankan Ewindha dalam interpersonal skill yang sangat memengaruhi etika komunikasi adalah empati. “Interpersonal skill itu mencakup active listening, patience, flexibility, responsibility, motivation, leadership, dependability, teamwork, dan empathy. Kita perlu meningkatkan interpersonal skill ini untuk dapat beretika dalam berkomunikasi. Salah satu yang terpenting adalah terus memposisikan diri sebagai orang lain sebelum bicara sesuatu,” kata Ewindha. 11 topik diskusi bermanfaat lainnya yang telah dibahas dalam kelas daring Hipwee bersama Kemkominfo dan SiberkreasiSeperti disebutkan di paragraf awal, kelas-kelas daring Hipwee bersama Kemkominfo dan Siberkreasi ini telah dijalankan sejak empat bulan terakhir. Total ada 12 kelas daring dengan ragam topik menarik hingga Kamis 26/8 kemarin. Nah, buat kamu yang nggak sempat mengikuti seluruh rangkaian kelas-kelas tersebut, berikut Melindungi Privasi di InternetProgram Manager ICT Watch Indriyatno Banyumurti dok. Tangkapan layar/YouTubePada bulan Agustus ini kelas daring Hipwee bersama Kemkominfo dan Siberkreasi sempat membahas topik “Pentingnya Melindungi Privasi di Internet” bersama Program Manager ICT Watch Indriyatno Banyumurti. Pria yang akrab disapa Ibe ini mengupas tuntas perkara keamanan di ruang digital, dan membagikan beberapa tips agar kamu dapat terhindar dari pencurian data pribadi yang marak terjadi. “Tips terhindar dari pencurian data pribadi adalah tidak mem-posting hal terkait data pribadi di media sosial, teliti setiap tautan yang diterima, jangan sembarangan mengisi formulir daring, instal aplikasi ponsel hanya dari tempat resmi dan baca ketentuan privasi dari setiap layanan aplikasi,” jelas Ibe. 101 Strategi Mendapatkan Modal Usaha di Era DigitalCEO Bizhare Heinrich Vincent dok. Tangkapan layar/YouTubeKamis 1 Juli 2021, CEO Bizhare Heinrich Vincent bicara tentang “101 Strategi Mendapatkan Modal Usaha di Era Digital”. Vincent banyak memberikan informasi terkait permodalan di era digital, seperti pemanfaatan financial technology Fintech yang menawarkan kemudahan akses permodalan. Di sini Vincent menekankan agar kita tetap mempertimbangkan kebutuhan pinjaman yang dengan mudah bisa diperoleh. “Bisnis apapun yang sudah works dengan strategi yang benar bisa mendapatkan modal. Pertimbangannya, kita harus tahu kebutuhannya untuk apa. Jangan sampai kita meminjam untuk sesuatu yang konsumtif, harus untuk yang produktif misalnya untuk bisnis,” terang Vincent Strategi Memaksimalkan Branding dengan Konten KreatifPenulis buku Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini, Mas Aik dok. Tangkapan layar/YouTubeTanggal 15 Juli 2021, penulis buku Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini, Mas Aik mengulas cara memaksimalkan branding dengan konten kreatif. Dalam sesi ini Mas Aik juga memberikan beberapa tips mengenai cara membangun branding baik untuk personal maupun bisnis. “Pertama kamu harus tanyakan ke diri sendiri, apa yang menjadi kelebihanmu, apa yang disuka, dan nilai-nilai apa yang kamu perjuangkan. Kamu juga harus tahu alasan mengapa ingin dikenal, siapa audiens dan upayakan interaksi serta rawat empati,” jelas Mas Aik. Kiat Sukses Maksimalkan Cuan di MarketplacePenulis buku Marketplace Marketing, Jonathan Kho dok. Tangkapan layar/YouTubeTanggal 29 Juli 2021, “Kiat Sukses Maksimalkan Cuan di Marketplace” jadi topik yang dibawakan oleh penulis buku Marketplace Marketing, Jonathan Kho. Di sini Jonathan membagikan banyak ilmu terkait bidangnya, termasuk strategi jitu bersaing di e-commerce. “Saingan di bisnis online itu memang banyak. Namun, saya lihat di lapangan kalau seller itu serius dalam pelayanan dan cakap melihat tren, dan serius dalam belajar, pasti akan survive dalam persaingan. Jadi kuncinya adalah serius,” kata pria yang akrab disapa Om Botak. Mengembangkan Bisnis yang Sukses dan Berdampak SosialOwner Cokelat nDalem Meika Hazim dok. Tangkapan layar/YouTubeMinggu pertama bulan Juni, Owner Cokelat nDalem Meika Hazim dihadirkan untuk bicara perihal membangun bisnis yang memiliki dampak sosial. Hal ini penting karena bisnis yang baik adalah bisnis yang berdampak positif bagi masyarakat luas seperti telah dilakukan Meika dan tim. “Di Cokelat nDalem, kita bahkan sudah mulai bikin SOP pasca panen untuk petani. Edukasi kita giatkan kepada petani. Kalau mereka butuh alat-alat kita akan bantu juga. Selain itu kita juga mendukung petani untuk mengembalikan lahan kakao seperti ekosistem hutan agar cokelat yang mereka hasilkan memiliki sentuhan rasa yang beragam, dan itu akan menjadi daya tarik komoditas mereka,” jelas Mieka. Strategi Menciptakan Identitas Brand Lokal Rasa GlobalFounder IKAT Indonesia Didiet Maulana dok. Tangkapan layar/YouTubeRabu 17 Juni 2021, Founder IKAT Indonesia Didiet Maulana berbagi ilmu terkait strategi menciptakan identitas brand lokal agar dapat bersaing di panggung global. Menurut Didiet, yang diperlukan untuk tujuan tersebut adalah brand image dibarengi beberapa hal penting seperti kekuatan tim dan administrasi. “Kita harus punya kekuatan tim karena ketika masuk kancah global, kita harus siap dengan pesanan yang banyak. Kita juga harus sudah siap dalam administrasi. Bisnis harus terlegitimasi untuk memudahkan masuk ke global. Terpenting, kita harus perhatikan keunikan yang nggak ada di negara lain,” ujar Didiet. Belajar Membaca Peluang Usaha dan Membuat Strategi Jitu MewujudkannyaCEO Ultra Indonesia Agung Nugroho dok. Tangkapan layar/YouTubeBersama CEO Ultra Indonesia Agung Nugroho, kelas yang digelar tanggal 20 Mei 2021 ini menghadirkan topik untuk pelaku bisnis mempelajari cara membaca peluang dan strategi jitu memanfaatkannya. Agung pun membagikan kiat sederhana cara meneliti pasar agar ide bisnis bisa tepat sasaran. Menurutnya, yang pertama harus diperhatikan adalah target market baru kemudian target produk. “Target market ditentukan terlebih dahulu. Baru kemudian target produk. Misal, kita jual baju anak-anak. Target market adalah ibu-ibu yang akan membelikan baju untuk anak-anaknya. Sementara target produk adalah anak-anak. Jadi strateginya bisa disesuaikan,” kata Agung. Memaafkan, Membebaskan Diri untuk Menjadi Pribadi yang Lebih BaikPsikolog Nago Tejana dok. Tangkapan layar/YouTubeDi bulan Ramadan, kelas daring Hipwee bersama Kemkominfo dan Siberkreasi mengangkat dua tema kesehatan mental. Pada tanggal 6 Mei 2021, Psikolog Nago Tejana bicara tentang memaafkan dan membebaskan diri untuk jadi pribadi yang lebih baik. Dijelaskan pula bagaimana cara memaafkan. “Ada tiga langkah untuk memaafkan, pertama tetapkan syarat tertentu yang harus terpenuhi sehingga kamu bisa maafkan seseorang. Kedua adalah fokus hingga kita bisa puas dengan diri sendiri. Ketiga, take your time. Memaafkan itu memang baik, tapi kamu nggak harus melakukannya sekarang,” ujar Nago. Belajar Mengenali Diri dan Mencintai Diri, Ramadan Ini Lebih BaikKanan Associates Psychologist Annisa Poedji Pratiwi dok. Tangkapan layar/YouTubeSebelumnya pada 15 April 2021, Associates Psychologist Annisa Poedji Pratiwi berbicara tentang mengenal dan mencintai diri sendiri. Di sini Annisa mengatakan tidak ada langkah yang sederhana untuk mengenali dan mencintai diri sendiri. Sebab, proses yang harus dilalui untuk itu seumur hidup. “Proses mengenali dan mencintai diri itu seumur hidup. Tandanya kita sudah mengenal dan mencintai diri sendiri adalah ketika segala hal yang dilakukan telah membawa kebaikan untuk diri, kita merasa salah dan kalah itu wajar, dan, menyadari utuh pengalaman hidup saat ini,” jelas Annisa. Curhat dari Mahasiswa Angkatan Pandemi Rasanya Setahun Kuliah OnlineDuta GenRe Indonesia 2020 Cinthia Mutiara Zeni dok. Tangkapan layar/YouTubeMengerti kalau saat ini banyak anak muda yang tengah menjalani kehidupan serba online, kelas daring yang digelar tanggal 22 April 2021 ini menghadirkan Duta GenRe Indonesia 2020 Cinthia Mutiara Zeni untuk berbagi cerita pengalamannya setahun kuliah online. Cinthia pun menyampaikan kekhawatirannya sebagai mahasiswa jika kuliah online berlangsung dalam waktu lama. “Ketakutan terbesar aku adalah kuliah online berlangsung seterusnya. Karena untuk mahasiswa semester enam seperti aku, ini susah banget bimbingannya harus dilakukan secara online. Selain itu kuliah online menurut aku kurang efektif, karena tidak bisa jadi tolak ukur apakah mahasiswa memang mengerti dengan perkuliahan,” kata Cinthia. Dari Hobi Berbuah Jadi Pundi-Pundi RejekiOwner Momomaru Lia Arianti Ganni dok. Tangkapan layar/YouTubeNggak sedikit orang yang mendambakan penghasilan dari sebuah hobi. Rasanya menyenangkan banget dapat duit dari kegiatan yang disukai. Pengalaman seperti itu lah yang dibagikan Owner Momomaru Lia Arianti Ganni pada 29 April 2021. Satu pelajaran penting dari perjalanan menggeluti hobi hingga jadi bisnis versi Lia adalah kita bisa jadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam meneruskan hobi karena ada orang lain yang bergantung dengan itu. “Sekarang jadi lebih bertanggung jawab dengan hobi. Sekarang mikirnya hobi aku itu udah melibatkan karyawan yang harus diperhatikan,” kata Lia. Itu dia rangkuman dari 12 kelas daring yang telah diselenggarakan Hipwee bersama Kemkominfo dan Siberkreasi sejak empat bulan terakhir. Kalau kamu ingin menonton ulang diskusi menarik untuk topik-topik di atas, bisa langsung menuju kanal YouTube Hipwee di Story of You atau ketik saja judul kelas yang kamu ingin tonton di kolom pencarian sudah sampai di sini saja nih? Jelas tidak, dong. Putaran pertama rangkaian kelas daring MakinCakapDigital memang sudah usai. Namun, Hipwee, Siberkreasi, Kemkominfo akan segera kembali lagi dengan berbagai acara bermanfaat yang kaya ilmu. Penasaran webinar apa lagi yang akan digelar? Tunggu tanggal mainnya, ya~~ Tak dapat dimungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak terpengaruh proses digitalisasi. Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar. Menyikapi hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo menggelar seri webinar literasi digital MakinCakapDigital dengan tema “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”. Webinar yang digelar pada Rabu, 1 Desember 2021 di Kabupaten Tangerang, diikuti oleh puluhan peserta secara daring. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yakni Alviko Ibnugroho Financologist, Motivator Keuangan dan Kejiwaan Keluarga, IAPA, B Hendar Putranto Dosen Program Studi Komunikasi Strategis UMN dan Kandidat Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Rossalyn Asmarantika Dosen Program Studi Digital Journalism UMN, dan Sigit Widodo Internet Development Institute. Alviko Ibnugroho membuka webinar dengan mengatakan, masyarakat Indonesia berada pada era digital, aspek kehidupan tidak terlepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga, terjadi pergeseran pola pola pikir, pola sikap, dan pola tindak masyarakat dalam akses dan distribusikan informasi. Masyarakat Indonesia akan semakin mudah dalam mengakses informasi melalui berbagai platform teknologi digital yang menawarkan inovasi fitur dari media komunikasi yang kian interaktif. “Maka diperlukan literasi digital, yang merupakan kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi,” tuturnya. Literasi digital membuat kita mampu berpikir, kreatif, inovatif, memecahkan masalah. Pentingnya etika budaya komunikasi digital dalam pemahaman literasi digital untuk Indonesia, yakni selalu ingat bahwa “tulisan” adalah perwakilan dari kita. Yang diajak berkomunikasi adalah manusia, maka perlu untuk mengendalikan emosi, menggunakan kesantunan, menghargai privasi orang lain. B Hendar Putranto mengatakan, efek negatif teknologi digital pada anak yakni tumbuh menjadi pribadi yang egois dan sulit bergaul, kesulitan mengenali emosi, perkembangan otak anak tidak seimbang, perkembangan bahasa pada anak dapat tertunda. “Mencegahnya, penting sekali pemahaman keadaban digital, berbagai upaya lintas pemangku kepentingan untuk menjadikan dunia riil dan virtual sebagai rumah bersama yang aman, nyaman, dan berkeadilan non-diskriminatif untuk dihuni,” tuturnya. Mengembangkan budaya santun bermedia digital, yakni mengembangkan kesadaran dan rasa tanggung jawab terhadap apapun yang di posting dan di-sharing-kan di media sosial dan social networking sites jejak digital. Rossalyn Asmarantika turut menjelaskan, perundungan siber masih dimaknai sebagai bentuk “ancaman kekerasan” atau “menakut-nakuti secara pribadi”. Padahal, tindakan perundungan siber tak sekadar itu. “Bila mengalaminya, segera kendalikan situasi dengan tidak merespons, kumpulkan alat bukti screenshots dan lain-lain, blok/laporkan pelaku, perketat privacy setting, ingatkan diri sendiri bahwa komentar negatif adalah cerminan dari pelakunya, bukan gambaran diri kita,” jelasnya. Sebagi pembicara terakhir, Sigit Widodo mengatakan, internet bukan dunia yang sama sekali terpisah dengan dunia offline. Apa yang kita tulis di internet akan dibaca oleh orang lain, foto dan video kita akan disaksikan oleh orang lain. Di ujung sana ada manusia yang sebagian kita kenal, namun sebagian besar tidak kita kenal sama sekali. Hukum yang berlaku di dunia luring juga berlaku di dunia daring. Tetap berhati-hati di ruang privat, dalam jaringan pribadi berlaku aturan di ruang pribadi, tapi kehati-hatian lebih tetap diperlukan. Selain itu, semua yang kita kirimkan ke jaringan publik harus dianggap tidak bisa dihapus. Semua hal dalam bentuk digital dapat dengan mudah disalin dan disebarkan, sehingga jejak digital akan terekam di banyak tempat. Jejak digital di internet abadi selama internet masih ada. Dalam sesi KOL, Fakhriy Dinansyah mengatakan, literasi digital penting karena itu dapat mencari jalan di internet. Literasi juga penting untuk dapat beretika dalam berinternet. “Karena jika literasi digital kita kurang, hal-hal negatif akan terus menerus berkembang dan mengalahkan hal-hal positifnya,” katanya. Salah satu peserta bernama Nabil Ramadhan menanyakan, bagaimana cara untuk mengajarkan warganet agar tetap memiliki attitude dan etika saat bermedia social? “Dibekali dengan nilai-nilai norma, artinya sosial budaya kita pasti akan menyampaikannya dengan baik, maka harus perlu tahu dulu mana yang baik dan mana yang benar. Seperti tentang orang yang beriman pasti akan memilih dalam melihat dan membaca sesuatu, dan sebelumnya pun dalam proses pendidikan sudah diajarkan mengenai etika dan norma, maka kita harus merenungi dahulu sebelum bertindak apakah hal tersebut menyinggung perasaan orang lain,” jawab Alviko. Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui akun Instagram dan siberkreasi. Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, mengingat program literasi digital ini hanya akan sukses mencapai target 12,5 juta partisipan jika turut didukung oleh semua pihak yang terlibat. [*]

mengapa komunikasi daring harus sesuai dengan etika internet