SistemAkuntansi Pembelian. Oleh Muchlisin Riadi Mei 06, 2020. Pembelian atau purchasing adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang, material pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk kegiatan operasi selama periode tertentu. Pembelian merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa EcOQ. 1. Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber-sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefisien dan seefektif mungkin. Hal ini dikemukakan oleh... A. Drs. The Liang Gie B. Nanang Hermans C. Fatah Hidayah D. Roger A. Kauffman E. Sondang P. Siagian 2. Mutasi disebut juga dengan... A. Penerimaan barang B. Perawatan barang C. Penyaluran barang D. Penghapusan barang E. Laporan pertanggung jawaban 3. Semua barang yang disimpan. Baik untuk jangka waktu yang lama maupun sementara ke waktu Yang lama maupun sementara hendaknya dicatat dalam.... A. Buku penerimaan B. Kartu barang C. Buku penerimaan, kartu barang, dan kartu stok D. Kartu stok E. Kartu gudang 4. Barang yang paling lambat dikeluarkan hendaknya diletakkan..... A. Pada lokasi bagian ujung B. Pada lokasi bagian dalam C. Pada lokasi bagian tengah D. Pada lokasi bagian luar E. Pada ruang kepala bagian gudang 5. Rencana kebutuhan hendaknya dibuat untuk jangka waktu... A. Dua tahun anggaran B. Satu tahun anggaran C. Tiga tahun anggaran D. Empat tahun anggaran E. Lima tahun anggaran 6. Barang yang cepat keluar hendaknya diletakkan di... A. Lokasi gedung yang paling ujung sendiri B. Lokasi gedung yang berdekatan dengan ruang kepala gudang C. Lokasi gedung yang berdekatan dengan pintu keluar D. Lokasi gedung untuk yang berdekatan dengan gudang penyimpanan E. Lokasi gedung yang berdekatan dengan pintu masuk 7. Tujuan utama diselenggarakan fungsi penerimaan dan penyimpanan barang adalah... A. Mengamankan barang yang diterima distibutor sementara waktu B. Menyimpan barang yang diterima dari distributor C. Memverikasi barang yang diterima dari pemasok dan melindungi barang tersebut dari kehilangan atau pencurian D. Menambah persediaan barang dalam jangka waktu yang lama E. Melindungi barang dari kerusakan yang diakibatkan oleh serangan hama 8. Laporan penerimaan barang disebut juga dengan... A. Law report B. Return report C. Report form D. Receiving report E. Audit report 9. Buku tambahan untuk perkiraan perlengkapan yang digunakan untuk mencatat penambahan, pengurangan dan saldo akhir dari setiap jenis barang perlengkapan dinamakan... A. Kartu gudang B. Kartu pemasok barang C. Kartu perlengkapan barang D. Kartu penerimaan barang E. Kartu pengolah data 10. Which oBerikut ini adalah hal-hal penting dalam penerimaan barang, kecuali..ne do you like? A. Bukti pesanan barang dari gudang untuk memastikan pesanan barang dalam spesifikasi tepat B. Cek expired date dan kondisi barang C. Mengembalikan barang ke distibutor D. Bukti tanda barang diterima untuk penanganan E. Cek bukti pemesanan dengan fisik barang 11. Kartu barang memuat kolom isian berikut, kecuali... A. Sediaan barang minimum B. Sediaan barang maksimum C. Nama barang D. Jumlah barang yang didistribusikan E. Satuan barang 12. Dokumen pencatatan yang di dalamnya berisi kode setiap barang dalam gudang disebut... A. Buku nota B. Buku catatan C. Buku katalog D. Buku induk E. Buku khas 13. Sumber data yang berfungsi sebagai pertanggungjawaban, pengendalian informasi dan informasi sediaan yang sesuai dengan fisiknya dinamakan. A. Buku induk B. Buku khas C. Buku sediaan D. Buku nota E. Buku catatan 14. Setiap kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan kebutuhan perlengkapan kantor untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan kantor dinamakan... A. Perencanaan B. Pengadaan C. Pengarsipan D. Penyusutan E. Pemeliharaan 15. Hubungan perencanaan dengan fungsi-fungsi manajemen pengorganisasian, yaitu.. A. Proses pengaturan kerja bersama sumber daya-sumber daya keuangan, fisik dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukkan sumber daya-sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas paling tinggi B. Perencanaan menentukan kombinasi yang paling baik dari faktor-faktor, kekuatan-kekuatan, sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan yang diperlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan C. Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif. Oleh karena itu, pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi D. Menentukan jalur mencatat dan membukukan bukti-bukti transaski E. Menentukan pilihan ATK suatu perusahaan 16. Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi perusahaan dan kemudian menyajikan mengartikulasikan dengan jelas strategi-strategi program, taktik-taktik tata cara pelaksanan program dan operasi tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh merupakan pendapat dari.. A. Erly Suandy B. Sulandri Puspita C. Gunjawani D. Hatta On E. M. Malik 17. Tiap organisasi, instansi atau perusahaan, mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Definisi ini merupakan pengertian asas... A. Asas keperluan disesuaikan dengan kondisi setempat B. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya C. Asas nilai keindahan dan keseragaman D. Asas standarisasi E. Asas pekerjaan dan kegiatan 18. Pengguna peralatan dan perabot kantor harus dengan ukuran, bentuk, warna, dan buatannya sama di seluruh organisasi. Hal ini merupakan definisi asas pengadaan peralatan kantor, yaitu.. A. Asas nilai keindahan dan keseragaman B. Asas standarisasi C. Asas keperluan disesuaikan dengan kondisi setempat D. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya E. Asas pekerjaan dan kegiatan 19. Penggunaan peralatan dan perabot kantor harus efisien. Kemampuan dari alat-alat perabot harus menjadi pertimbangan dalam pembelian barang-barang tersebut. Hal ini merupakan pengertian asas pengadaan peralatan kantor, yaitu.. A. Asas standarisasi B. Asas kemampuan dan kelayakan C. Asas pekerjaan dan kegiatan D. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya E. Asas nilai keindahan dan keseragaman 20. Berikut ini yang tidak termasuk ke dalam prinsip dalam menyusun program perencanaan sarana dan prasarana adalah... A. Batas waktu yang tidak tebatas B. Ada alokasi anggaran yang pasti untuk melaksanakan program C. Ada penanggung jawab yang memimpin pelaksanaan program D. Ada kegiatan konkret yang dilakukan E. Ada sasaran target terukur yang ingin dicapai 21. Permasalahan harga yang merupakan bahan pertimbangan yang penting bagi pimpinan. Hal ini merupakan pengertian asas pengadaan peralatan kantor, yaitu.. A. Asas kemampuan dan kelayakan B. Asas harga dan penawaran modal C. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya D. Asas nilai keindahan dan keseragaman E. Asas standarisasi 22. Kejelasan suatu perencanaan sarana dan prasarana dapat dilihat pada hal-hal berikut ini, kecuali... A. Kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan B. Perencanaan yang baik adalah yang melebihi realita yang ada dan dapat terlaksana dengan baik C. Tujuan dan sasaran atau target yang harus dicapai serta ada penyusunan perkiraan biaya keperluan pengadaan D. Jenis dan bentuk tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan E. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan 23. Dokumen pemesanan disebut juga dengan istilah... A. Delivery note B. Receiveng report C. Term of delivery D. Packing list E. Purchase order 24. Buku tempat mencatat semua barang inventaris yang sudah dimiliki oleh suatu kantor atau Satuan organisasi di lingkungannya, dan sekaligus merupakan sumber informasi yang diandalkan Mengenai segala macam data yang diperlukan tentang barang – barang inventaris kantor disebut Buku golongan barang inventaris A. Buku golongan barang inventaris B. Buku induk barang inventaris C. Buku penunjang barang inventaris D. Buku inventaris E. Buku catatan barang noninventaris 25. Buku pembantu tempat mencatat barang barang inventaris menurut golongan yang telah ditentukan masing – masing berdasarkan klasifikasi dan kode barang yang ditentukan di dalam lingkungannya disebut.... A. Buku golongan barang inventaris B. Buku induk barang inventaris C. Buku penunjang barang inventaris D. Buku inventaris E. Buku catatan barang noninventaris. Berikut ini adalah catatan contekan mengenai arti kata tersebut pada bidang Akuntansi Laporan Penerimaan Barang Dalam Akuntansi Adalah laporan yang dibuat oleh bagian penerimaan barang yang menginformasikan bahwa barang yang dipesan telah diterima dari pemasok sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan berdasarkan suatu order pembelian. Laporan ini memuat hasil perhitungan fisik barang yang diterima dalam keadaan baik. adalah laporan yang dibuat oleh bagian penerimaan barang yang menginformasikan bahwa barang yang dipesan telah diterima dari pemasok sesuai dengan spesifikasi barang yang dipesan berdasarkan surat order pembelian. Laporan ini memuat hasil perhitungan fisik barang yang diterima dalam keadaan baik. Support website ini ya gess! Pembelian atau purchasing adalah suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk pengadaan barang, material pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk kegiatan operasi selama periode tertentu. Pembelian merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan atas barang atau jasa yang diperlukan oleh perusahaan dan dapat diterima tepat pada waktunya dengan mutu yang sesuai serta harga yang menguntungkan. Pembelian merupakan salah satu fungsi penting dalam berhasilnya operasi suatu perusahaan. Fungsi ini dibebani tanggung jawab untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas bahan-bahan yang tersedia pada waktu dibutuhkan dengan harga yang sesuai dengan harga yang berlaku. Pembelian adalah usaha pengadaan barang-barang untuk perusahaan. Dalam perusahaan dagang pembelian dilakukan dengan dijual kembali tanpa mengadakan perubahan bentuk barang, sedangkan pada perusahaan manufaktur pembelian dilakukan dengan merubah kembali dengan merubah bentuk. Berikut definisi dan pengertian pembelian dari beberapa sumber buku Menurut Aliminsyah dan Padji 2003, pembelian adalah harga pembelian harga pokok barang dagang yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Menurut Mulyadi 2016, pembelian adalah suatu usaha yang dilakukan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan. Menurut Galloway, dkk 2000, pembelian adalah pengadaan material dan part pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk digunakan dalam operasi pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat. Fungsi dan Tanggung Jawab Pembelian Menurut Brown 2001, fungsi pembelian adalah sebagai berikut Pembelian memiliki tanggung jawab untuk mengelola masukan perusahaan pada pengiriman, kualitas dan harga yang tepat, yang meliputi bahan baku, jasa dan sub-assemblies untuk keperluan organisasi. Berbagai penghematan yang berhasil dicapai lewat pembelian secara langsung direfleksikan pada lini dasar organisasi. Dengan kata lain, begitu penghematan harga dibuat, maka akan mempunyai pengaruh yang langsung terhadap struktur biaya perusahaan. Sehingga sering dikatakan bahwa penghematan pembelian 1% ekuivalen dengan peningkatan penjualan sebesar 10%. Pembelian dan suplai material mempunyai kaitan dengan semua aspek operasi manajemen. Menurut Assauri 2008, tugas pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat. Adapun tanggung jawab bagian pembelian adalah sebagai berikut Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan-bahan agar rencana operasi dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga yang perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produknya. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat mengikuti perkembangan bahan-bahan baru yang dapat menguntungkan dalam proses produksi, perkembangan dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi produk perusahaan, harga dan desainnya. Bertanggung jawab untuk meminimalisasi investasi atau meningkatkan perputaran turn over bahan, yaitu dengan penentuan skedul arus bahan ke dalam perusahaan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data dan perkembangan pasar, perbedaan sumber-sumber penawaran supply dan memeriksa produk supplier untuk mengetahui kapasitasnya dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan perusahaan. Sebagai tambahan, kadang bagian pembelian bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan. Prinsip Dasar Pembelian Menurut Indrajit dan Djokopranoto 2003, prinsip dasar yang dijadikan pedoman dalam melakukan hal-hal pokok dalam pelaksanaan fungsi pembelian yang perlu dijadikan pedoman atau acuan, adalah sebagai berikut The Right Price. The right price merupakan nilai suatu barang yang dinyatakan dalam mata uang yang layak atau yang umum berlaku pada saat dan kondisi pembelian dilakukan. The Right Quantity. Jumlah yang tepat dapat dikatakan sebagai suatu jumlah yang benar-benar diperlukan oleh suatu perusahaan atau perhotelan pada saat tertentu. The Right Time. The right time menyangkut pengertian bahwa barang tersedia setiap kali diperlukan. Dalam hal ini persediaan barang haruslah diperhitungkan karena jika ada persediaan barang tentunya ada biaya perawatan barang tersebut. The Right Place. The right place mengandung pengertian bahwa barang yang dibeli dikirimkan atau diserahkan pada tempat yang dikehendaki oleh pembeli. The Right Quality. The right quality adalah mutu barang yang diperlukan oleh suatu perusahaan sesuai dengan ketentuan yang sudah dirancang yang paling menguntungkan perusahaan. The Right Source. The right source mengandung pengertian bahwa barang berasal dari sumber yang tepat. Sumber dikatakan tepat apabila memenuhi prinsip-prinsip yang lain yaitu the right price, the right quantity, the right time, the right place, and the right quanlity. Jenis-jenis Sistem Pembelian Menurut Suarsana 2007, terdapat beberapa sistem atau cara yang biasa digunakan dalam kegiatan pembelian, yaitu sebagai berikut a. Sistem Kontrak Sistem pembelian barang untuk bahan makanan terutama jenis sayuran, buah-buahan dan makanan yang musiman adalah dengan mempergunakan surat perjanjian kontrak. Kontrak dilakukan dengan satu supplier atau lebih. Dalam surat kontrak ditekankan dalam mengenai kualitas, kuantitas dan harga barang. Masa berlaku surat kontrak untuk bahan makanan bisa mencapai 3 atau 6 bulan dan pembayarannya tetap dilakukan setiap bulan. b. Sistem Harian dan Bulanan Pihak perusahaan atau hotel bisa dengan bebas membeli barang-barang keperluannya dari beberapa supplier atau dari beberapa toko supermarket yang ada di sekitarnya. Dengan cara seperti ini pihak hotel tidak perlu melakukan sebuah analisa yang terlalu ketat terhadap kinerja dari beberapa supplier untuk dipilih. Cukup dengan berbelanja pada toko terdekat, toko swalayan bahkan pasar tradisional yang harganya lebih murah, baik secara kontan maupun secara utang bulanan. Namun sistem dan prosedurnya harus tetap sama yaitu dengan mencari informasi dimana toko atau supermarket dan pasar yang kualitas dan harga barangnya paling murah. c. Pembelian secara kontan Di bagian pembelian sebuah hotel pada umumnya menyiapkan uang kas yang jumlahnya tidak terlalu banyak yang disebut dengan kas kecil atau petty cash. Kas kecil ini dipergunakan untuk membeli barang keperluan operasional hotel, terutama bahan makanan keperluan dapur yang sering diminta secara mendadak. Pembelian dengan cara kontan dengan menggunakan kas kecil dilakukan untuk membeli bahan makanan atau minuman dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Hal seperti ini sering dilakukan pada saat gudang atau bagian dapur kehabisan bahan makanan yang sangat diperlukan pada saat itu juga. Pembelian secara kontan tidak dapat dilakukan setiap hari, tetapi hanya dilakukan jika keadaan sangat mendesak dan disinilah peranan seorang buyer atau driver dibagian pembelian sangat diperlukan kemampuannya. Fungsi Terkait dalam Sistem Akuntansi Pembelian Sistem akuntansi pembelian digunakan untuk melaksanakan pengadaan barang kebutuhan perusahaan. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah prosedur permintaan pembelian, prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok, prosedur order pembelian, prosedur penerimaan barang, prosedur pencatatan utang, dan prosedur distribusi pembelian. Menurut Supriyono 1999, fungsi-fungsi terkait dalam sistem akuntansi pembelian adalah sebagai berikut Fungsi Produksi. Fungsi produksi bertanggungjawab atas aktivitas yang berhubungan dengan jenis, jumlah, dan kapan bahan tersebut akan diperlukan dalam proses produksi. Fungsi Gudang. Fungsi gudang bertanggungjawab untuk mengajukan permintaan pembelian bahan baku sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Untuk barang-barang yang langsung dipakai tidak diselenggarakan persediaan barang di gudang, permintaan pembelian diajukan oleh pemakai barang. Fungsi Pembelian. Fungsi pembelian bertanggungjawab untuk memperoleh informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih. Fungsi Penerimaan Barang. Fungsi penerimaan barang bertanggungjawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi return penjualan. Fungsi Akuntansi. Fungsi akuntansi bertanggungjawab atas pencatatan yang berhubungan dengan transaksi persediaan bahan baku dan fungsi pencatat utang. Dalam sistem akuntansi pembelian fungsi pencatat persediaan bertanggungjawab untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli ke dalam kartu persediaan, sedangkan fungsi pencatat utang bertanggungjawab untuk mencatat transakasi pembelian kedalam register bukti kas keluar. Alur Prosedur dalam Sistem Akuntansi Pembelian Menurut Mulyadi 2016, sistem, alur dan prosedur yang bersangkutan dengan sistem akuntansi pembelian digambarkan dan dijelaskan sebagai berikut a. Prosedur permintaan pembelian Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak disimpan di gudang, misalnya untuk barang-barang yang langsung pakai, fungsi yang memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi pembelian dengan menggunakan surat permintaan pembelian. b. Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok Dalam prosedur ini, fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada para pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan. Perusahaan seringkali menentukan jenjang wewenang dalam pemilihan pemasok sehingga sistem akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagai berikut Sistem akuntansi pembelian dengan pengadaan langsung. Dalam sistem akuntansi pembelian ini, pemasok dipilih langsung oleh fungsi pembelian, tanpa melalui penawaran harga. Biasanya pembelian dengan pengadaan langsung ini meliputi jumlah rupiah yang kecil dalam sekali pembelian. Sistem akuntansi pembelian dengan penunjukan langsung. Dalam sistem akuntansi pembelian ini, pemilihan pemasok dilakukan oleh fungsi pembelian, dengan terlebih dahulu dilakukan pengiriman permintaan penawaran harga kepada paling sedikit tiga pemasok dan didasarkan pada pertimbangan harga penawaran dari para pemasok tersebut. Sistem akuntansi pembelian dengan lelang. Dalam sistem akuntansi pembelian ini, pemilihan pemasok dilakukan oleh panitia lelang yang dibentuk, melalui lelang yang diikuti oleh pemasok yang jumlahnya terbatas. c. Prosedur order pembelian Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan misalnya fungsi penerimaan, fungsi yang meminta barang, dan fungsi pencatat utang mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan. d. Prosedur penerimaan barang Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat laporan penerimaan barang untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok tersebut. e. Prosedur pencatatan utang Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok dan menyelenggarakan pencatatan utang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan utang. f. Prosedur distribusi pembelian Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang didebit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen. Dokumen-dokumen Dalam Sistem Akuntansi Pembelian Menurut Mulyadi 2016, dokumen-dokumen terkait yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian adalah sebagai berikut Surat Permintaan Pembelian. Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang atau fungsi pemakai barang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang tersebut dalam surat tersebut. Surat permintaan pembelian ini biasanya dibuat dua lembar untuk setiap permintaan, satu lembar untuk fungsi pembelian, dan tembusannya untuk arsip fungsi yang meminta barang. Surat Permintaan Penawaran Harga. Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang pengadaannya tidak bersifat berulang tidak repetitif yang menyangkut jumlah rupiah yang besar. Surat Order Pembelian. Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order pembelian yang dikirimkan kepada pemasok sebagai order resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Laporan Penerimaan Barang. Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jensi, spesifikasi, mutu, dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian. Surat Perubahan Order Pembelian. Perubahan terhadap isi surat order pembelian terkadang diperlukan dari yang sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas, jadwal penyerahan barang, spesifikasi, penggantian substitusi atau hal lain yang bersangkutan dengan perubahan desain atau bisnis. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian. Bukti Kas Keluar. Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran. Daftar Pustaka Aliminsyah dan Padji. 2003. Kamus Istilah Akuntansi. Bandung Yrama Widya. Mulyadi. 2016. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta Salemba Empat. Galloway, L., dkk. 2000. Operation Management in Context. Great Britain Butterworth-Heinemann. Brown. 2001. Pengertian Pembelian. Jakarta Elekmedia Komputindo. Assauri, Sofjan. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta Universitas Indonesia. Indrajit, dan Djokopranoto, R. 2003. Konsep Manajemen Supply Chain, Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. Jakarta Grassindo. Suarsana, Nyoman. 2007. Siklus Pengadaan Barang Aplikasi di Perhotelan dan Restoran. Yogyakarta Graha Ilmu. Supriyono. 1999. Akuntansi Biaya. Yogyakarta BPFE. Audit Pembelian Poin-Poin Keseluruhan Materi bisa diklikAudit Siklus Pembelian dan Utang UsahaAkun dan Kelas Transaksi dalam Siklus Pembelian dan Pembayaran UtangFungsi Bisnis dalam Siklus serta Dokumen dan Catatan yang TerkaitMetodologi untuk Merancang TOC dan STOTMetodologi untuk Merancang TBD Utang UsahaCutoff testSubstantive Analytical Procedure Akun dan Kelas Transaksi dalam Siklus Pembelian dan Pembayaran Utang Tujuan dalam audit Siklus Pembelian Siklus Akuisisi dan Pembayaran adalah untuk mengevaluasi apakah akun yang dipengaruhi oleh akuisisi barang dan jasa dan pengeluaran kas untuk akuisisi tersebut disajikan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi. Gambar 18-41 menunjukkan cara informasi akuntansi mengalir melalui berbagai akun dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Ada tiga kelas transaksi yang termasuk dalam siklus Pembelian dan pembayaran utang, yaitu Akuisisi/pembelian barang dan jasa Pencairan kas / pembayaran Retur pembelian dan allowance dan diskon pembelian Akun dan Kelas Transaksi dalam Siklus Pembelian dan Pembayaran Utang Akun-akun yang terdapat dalam siklus pembelian dan pembayaran utang ditunjukkan oleh t-account pada gambar di atas. Dalam gambar tersebut, ditampilkan bahwa setiap transaksi didebet dan dikredit ke akun utang dagang. Akun yang diuji dalam siklus ini hanya untuk ketiga jenis transaksi dalam siklus pembelian dan pembayaran utang. Fungsi Bisnis dalam Siklus serta Dokumen dan Catatan yang Terkait Terdapat empat fungsi bisnis dalam siklus pembelian dan pembayaran utang, yaitu Memproses pesanan pembelian Permintaan barang atau jasa oleh personel klien adalah titik awal siklus atau mengawali siklus pembelian dan pembayaran utang, dokumen yang sering digunakan, meliputi Permintaan pembelian purchase requisition Digunakan untuk meminta barang dan jasa oleh karyawan yang berwenang. Perusahaan seringkali mengandalkan titik. Purchase requisition adalah dokumen yang digunakan untuk meminta barang dan jasa oleh karyawan yang berwenang. Ini dapat berupa permintaan untuk akuisisi seperti bahan oleh staf produksi atau pengawas gudang, perbaikan luar oleh personil kantor atau pabrik, atau asuransi oleh wakil presiden yang bertanggung jawab atas properti dan peralatan. Pesanan pembelian purchase order Digunakan untuk memesan barang dan jasa kepada vendor. Mencakup deskripsi, kuantitas dan informasi terkait tentang barang atau jasa yang diinginkan perusahaan. Dan seringkali juga digunakan untuk menunjukkan otosiasi akuisisi. Perusahaan biasanya menyerahkan pesanan pembelian secara elektronik kepada vendor yang telah memiliki sisitem Electronic Data Interchange EDI. Purchase order adalah dokumen yang digunakan untuk memesan barang dan jasa dari vendor. Ini mencakup uraian, jumlah, dan informasi terkait untuk barang dan jasa yang ingin dibeli perusahaan dan sering digunakan untuk menunjukkan otorisasi akuisisi. Menerima barang dan jasa Merupakan titik kritis dalam siklus pembelian dan pembayaran utang karena merupakan saat dimana sebagian besar perusahaan mulai mengakui akuisisi dan kewajiban terkait pada catatannya. Jika barang telah diterima, akan dilakukan pemeriksaan atas deskripsi, kuantitas, kedatangan yang tepat waktu dan kondisinya. Laporan penerimaan receiving report merupakan dokumen yang dibuat saat barang diterima. Laporan tersebut mencantumkan data yang relevan. Penerimaan oleh perusahaan barang atau jasa dari vendor adalah titik kritis dalam siklus karena saat itulah sebagian besar perusahaan pertama kali mengakui akuisisi dan kewajiban terkait pada catatan mereka. Ketika barang diterima, kontrol yang memadai memerlukan pemeriksaan untuk deskripsi, jumlah, kedatangan tepat waktu, dan kondisi. Receiving report adalah kertas atau dokumen elektronik yang disiapkan pada saat barang diterima. Ini termasuk deskripsi barang, jumlah yang diterima, tanggal yang diterima, dan data terkait lainnya. Mengakui kewajiban Pengakuan yang tepat atas liabilitas untuk penerimaan barang dan jasa membutuhkan pencatatan yang cepat dan akurat. Pencatatan awal mempengaruhi laporan keuangan dan pencairan kas aktual, Oleh karena itu, perusahaan harus berhati-hati untuk memasukkan semua transaksi akuisisi, hanya akuisisi yang terjadi, dan pada jumlah yang benar. Pengakuan kewajiban atas penerimaan barang dan jasa memerlukan pecatatan yang tepat waktu dan akurat karena akan memengaruhi laporan keuangan dan pengeluaran kas aktual. Dokumen dan catatan yang umum meliputi Faktur Vendor Vendor’s Invoice. Merupakan dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan jumlah yang terutang atas suatu transaksi akuisisi/pembelian. Ini menunjukkan deskripsi dan jumlah barang dan jasa yang diterima, harga termasuk ongkos angkut, ketentuan diskon tunai, tanggal tagihan, dan jumlah total. Faktur vendor penting karena menunjukkan jumlah yang dicatat dalam file transaksi akuisisi. Memo Debet Debit Memo adalah dokumen yang diterima dari vendor dan Menunjukkan pengurangan jumlah yang terutang kepada vendor akibat retur barang/pengembalian barang atau allowance yang diberikan. Voucher, Digunakan dalam menetapkan cara yang formal untuk mencatat dan mengendalikan akuisisi. Terutama dengan memungkinkan setiap transaksi akuisisi diberi nomor urut. Voucher mencakup lembar sampul atau folder untuk berisi dokumen dan paket dokumen yang relevan seperti pesanan pembelian, salinan slip kemasan, laporan penerimaan, dan faktur vendor. Setelah pembayaran, salinan cek atau transfer dana elektronik ditambahkan ke paket voucher. File Transaksi File yang dibuat komputer yang meliputi semua transaksi akuisisi yang diproses oleh suatu sistem akuntansi selama suatu periode. Jurnal Akuisisi atau Listing Acquisitions Journal. Seringkali disebut jurnal File Induk Utang Usaha Accounts Payable Master File. Mencatat transaksi akuisisi, pengeluaran kas, serta retur dan pengurangan akusisisi untuk setiap Diperbarui dari file transaksi akuisisi, retur dan pengurangan serta pengeluaran kas yang terkomputerisasi. Neraca Saldo Utang Usaha Accounts Payable Trial Balance. Mencantumkan jumlah yang terutang untuk setiap vendor dan dibuat secara langsung dari file induk utang Laporan Vendor Vendor’s Statement. Dokumen yang dibuat vendor dan menunjukkan seluruh aktivitas dan saldo yang terkait dengan akuisisi dari vendor Mencatat dan memproses pengeluaran kas Pembayaran untuk barang dan jasa merupakan aktivitas yang signifikan untuk semua entitas. Kegiatan ini secara langsung mengurangi saldo dalam akun kewajiban, khususnya hutang dagang. Dokumen yang terkait dengan proses pengeluaran kas yang diperiksa auditor termasuk Digunakan untuk membayar akuisisi ketika pembayaran telah jatuh tempo. Dalam beberapa rencana EDI, perusahaan menyerahkan pembayaran secara elektronik kepada vendor melalui transfer dana elektronik Electronic Funds Transfer antara bank perusahaan dan bank vendor. File Transaksi Pengeluaran File yang dibuat dengan komputer yang mencantumkan semua transaksi pengeluaran kas oleh sistem akuntansi selama periode tertentu. Jurnal atau Listing Pengeluaran Kas. Listing atau laporan yang dibuat dari file transaksi pengeluaran kas yang mencantumkan semua transaksi selama setiap periode Cek. Dokumen ini biasanya digunakan untuk membayar akuisisi saat pembayaran jatuh tempo. Cek biasanya disiapkan dalam format multi-salinan, dengan yang asli pergi ke penerima pembayaran, satu salinan diajukan dengan faktur vendor dan dokumen pendukung lainnya, dan satu lagi diajukan secara numerik. Dalam kebanyakan kasus, cek individual dicatat dalam file transaksi pengeluaran tunai. Berikut tabel yang memuat kelas transaksi, akun, fungsi bisnis, serta dokumen dan pencatatan terkait dengan Siklus Pembelian. Penjelasan singkat fungsi bisnis Siklus Pembelian untuk lebih lengkapnya silahkan baca di buku Arens, 2016 hlm. 606 s/d 609 Metodologi untuk Merancang TOC dan STOT Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dibagi ke dalam dua bidang yang luas Pengujian Meliputi tiga dari empat fungsi bisnis. Pengujian Menyangkut fungsi keempat. TOC dan STOT untuk Siklus Pembelian Siklus Akuisisi dan Pembayaran dibagi menjadi dua bidang besar Tes akuisisi, yang menyangkut tiga dari empat fungsi bisnis yang dibahas sebelumnya dalam bab ini memproses pesanan pembelian, menerima barang dan jasa, dan mengakui ltabilitas. Tes pembayaran, yang menyangkut fungsi keempat, pemrosesan dan pencatatan pembayaran kas Metodologi dalam merancang TOC dan STOT Siklus Pembelian adalah sbb. Metodologi yang digunakan untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif sama seperti yang telah digunakan di bab-bab sebelumnya. Yaitu digambarkan di bawah ini. metode merancang pengujian pengendalian dan Susbstantive tes siklus pembayaran dan akuisisi Tahapan ke-1, ke-2, dan ke-3 pada metodologi tersebut telah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Oleh karena itu, pada pertemuan ini kita akan langsung membahas tahap terakhir. Dalam merancang TOC dan STOT, terlebih dahulu kita harus mengetahui tujuan audit serta asersi yang sesuai. Berikut adalah tujuan audit dan asersi atas akuisisi Standar Asersi AICPA. Tujuan Audit Terkait Transaksi Asersi Akuisisi tercatat adalah untuk barang dan jasa yang diterima, konsisten dengan kepentingan terbaik klien Occurrence Transaksi akuisisi yang ada telah dicatat Completeness Transaksi akuisisi yang dicatat adalah akurat Accuracy Transaksi akuisisi dimasukkan dengan benar dalam buku besar A/P dan Inventory dan dijumlahkan dengan benar Posting and Summarization Transaksi akuisisi diklasifikasikan dengan benar Classification Transaksi akuisisi dicatat pada tanggal yang benar Timing Empat dari enam tujuan audit terkait transaksi untuk akuisisi patut mendapat perhatian khusus dan karenanya diperiksa lebih dekat. Ketepatan banyak akun aset, kewajiban, dan pengeluaran tergantung pada pencatatan transaksi yang benar dalam jurnal akuisisi, terutama terkait dengan empat tujuan ini. Akuisisi tercatat adalah untuk barang dan layanan yang diterima, konsisten dengan kepentingan terbaik klien Occurence. Kontrol yang memadai mencegah pencatatan akuisisi yang tidak disengaja agar tidak terjadi, terutama merekam akuisisi duplikat. Kontrol yang memadai juga cenderung mencegah klien untuk memasukkan sebagai pengeluaran bisnis atau transaksi penipuan aset atau yang terutama menguntungkan manajemen atau karyawan lain daripada entitas yang diaudit. Akuisisi yang ada telah dicatat Completeness. Kegagalan untuk mencatat perolehan barang dan jasa yang diterima meng-understate hutang dagang dan dapat mengakibatkan berlebihannya pendapatan bersih dan ekuitas pemilik. Oleh karena itu, auditor menganggap ini sebagai tujuan penting untuk akuisisi. Mungkin sulit dalam beberapa audit untuk melakukan tes rincian saldo untuk menentukan apakah ada transaksi yang tidak tercatat, sehingga auditor harus mengandalkan kontrol dan pengujian substantif transaksi untuk tujuan ini. Selain itu, karena audit hutang dagang biasanya memakan waktu yang cukup lama, pengendalian internal yang efektif, diuji dengan benar, dapat secara signifikan mengurangi biaya audit. Akuisisi dicatat secara akurat Accuracy. Tingkat pengujian rincian banyak neraca dan akun pengeluaran tergantung pada evaluasi auditor atas efektivitas pengendalian internal terhadap keakuratan transaksi akuisisi yang dicatat. Misalnya, jika auditor yakin bahwa transaksi aset tetap dicatat dengan benar dalam jurnal akuisisi, dapat diterima untuk lebih sedikit menjamin akuisisi periode berjalan selama pengujian rincian saldo daripada jika kontrolnya tidak memadai. Ketika klien menggunakan pencatatan perpetual inventory, pengujian rincian inventaris juga dapat dikurangi secara signifikan jika auditor yakin bahwa catatan abadi tersebut akurat. Kontrol atas akuisisi yang termasuk dalam pencatatan perpetual biasanya diuji sebagai bagian dari pengujian kontrol dan pengujian substantif transaksi untuk akuisisi. Akuisisi diklasifikasikan dengan benar Classification. Pengujian rincian akun individu tertentu dapat dikurangi jika auditor yakin bahwa pengendalian internal memadai untuk memberikan jaminan yang wajar atas klasifikasi yang benar dalam jurnal akuisisi. Meskipun semua akun dipengaruhi sampai taraf tertentu oleh kontrol yang efektif atas klasifikasi, dua area yang paling terpengaruh adalah akuisisi aset tetap periode berjalan, dan semua akun pengeluaran, seperti perbaikan dan pemeliharaan, utilitas, dan iklan. Ini relatif memakan waktu bagi auditor untuk melakukan tes dokumentasi dari akuisisi aset tetap periode berjalan dan akun pengeluaran untuk akurasi dan klasifikasi. Oleh karena itu, penghematan waktu dapat menjadi signifikan ketika kontrol efektif. Memahami pengendalian internal Auditor harus memahami pengendalian internal untuk siklus akuisisi dan pembayaran sebagai bagian dari pelaksanaan prosedur penilaian risikodengan mempelajari bagan arus klien, mereview kuesioner pengendalian internal, serta melaksanakan pengujian walkthrough untuk transaksi akuisisi dan pembayaran. 2. Menilai risiko pengendalian yang direncanakan Pengendalian kunci untuk setiap fungsi bisnis dari siklus akuisisi dan pembayaran yaitu Otorisasi Pembelian. Untuk memastikan bahwa barang dan jasa yang diperoleh demi memenuhi tujuan perusahaan dan menghindari akuisisi item yang berlebihan atau tidak Sebagian besar perusahaan mensyaratkan tingkat otorisasi untuk jenis akuisisi atau jumlah nilai uang yang berbeda. Semua pesanan pembelian harus dipranomori untuk memudahkan pencatatatn akuntansinya. Pemisahan Penyimpanan Aset dari Fungsi Lainnya. Untuk mencegah pencurian dan penyalahgunaan, barang harus dikendalikan secara fisik dari saat penerimaannya hingga penggunaan atau pelepasannya. Personil di departemen penerimaan harus independen dari personil ruang penyimpanan dan departemen Pencatatan yang Tepat Waktu dan Review Independen atas Departemen utang usaha bertanggung jawab untuk memverifikasi kelayakan akuisisi. Selain itu juga memverifikasi perkalian, footing dan distribusi akun. Pengendalian yang penting ialah persyaratan bahwa personil yang mencatat akuisisi tidak boleh memiliki akses ke kas, sekuritas dan aset lainnya serta dokumen dan catatan yang memadai, prosedur yang tepat untuk menyimpan catatan dan pengecekan independen atas kinerja. Otorisasi Pengendalian yang penting untuk pembayaran meliputi Penandatanganan cek oleh individu yang memiliki wewenang yang Pemisahan tanggung jawab untuk menandatangani cek dan melaksanakan fungsi utang usaha Pemeriksaan yang cermat atas dokumen pendukung oleh si penandatagan cek pada saat cek ditandatangani Cek harus dipranomori 3. Menentukan luas pengendalian Selanjutnya auditor menilai risiko pengendalian. Jika ingin mengandalkan pengendalian untuk mendukung penilaian risiko pengendalian pendahuluan di bawah maksimum, auditor melaksanakan pengujian pengendalian untuk memperoleh bukti bahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif. setelah efektivitas pengendalian ditingkatkan dan didukung oleh pengujian pengendalian tambahan, auditor akan mampu mengurangi pengujian substantif. 4. Merancang TOC dan STOT Empat dari enam tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi akuisisi memerlukan perhatian khusus sehingga perlu diperiksa dengan lebih teliti. Antara lain Akuisisi yang Dicatat adalah untuk Barang dan Jasa yang Diterima, yang Konsisten dengan Kepentingan Utama Klien Keterjadian/Occurence. Pengendalian internal yang memadai akan mencegah akuisisi yang sebenarnya tidak terjadi dicatat dengan Akuisisi yang Ada Telah Dicatat Kelengkapan/Completeness. Auditor harus mengandalkan pengendalian internal untuk tujuan kelengkapan ini karena mungkin akan sulit untuk melakukan pengujian atas rincian saldo TDB guna mengetahui apakah ada transaksi yang belum Akuisisi Telah Dicatat secara Akurat Keakuratan/Accuracy. Luas pengujian atas rincial saldo terhadap banyak akun neraca dan beban kembali lagi sangat bergantung pada evaluasi auditor atas keefektifan pengendalian internal terhadap keakuratan transaksi akuisisi yang Akuisisi Telah Diklasifikasikan dengan Benar Klasifikasi/Classification. TDB terhadap akun tertentu dapat dikurangi jika auditor yakin bahwa pengendalian internal telah memadai untuk memberikan kepastian yang layak mengenai klasifikasi yang benar dalam jurnal 5. Merancang TOC dan STOT untuk pengeluaran kas Metodologi dan proses yang dikembangkan untuk prosedur audit pengeluaran kas sama dengan yang digunakan untuk akuisisi. Biasanya auditor melakukan pengujian untuk akuisisi dan pengeluaran kas secara bersamaan. Untuk transaksi tertentu yang akan diperiksa dari jurnal akuisisi, faktur vendor, laporan penerimaan, dan dokumentasi audit lainnya diperiksa pada saat yang bersamaan seperti cek yang dibatalkan terkait. 6. Sampling atribut untuk TOC dan STOT Penggunaan sampling atribut merupakan hal yang umum dilakukan. Pendekataannya serupa dengan TOC dan STOT penjualan dengan sampling audit statistik. Terdapat tiga perbedaan penting antara siklus akuisisi dan pembayaran dengan siklus lainnya. Terdapat sejumlah besar akun yang terlibat dalam siklus akuisisi dan pembayaran yang meningkatkan potensi salah saji klasifikasi. Sehingga auditor sering mengurangi tingkat pengecualian yan dapat diterima terutama untuk atribut Lebih umu bagi transaksi dalam siklus ini membutuhkan beberapa pertimbangan yang signifikan yang meningkatkan potensi salah saji. Sehingga auditor sering mengurangi tingkat pengecualian yang dapat ditoleransi untuk atribut Jumlah nilai setiap transaksi dalam siklus akuisisi dan pembayaran mencakup rantang yang Contoh Test of Control dan Substantive Test of Transaction atas akuisisi adalah sbb. Contoh Test of Control dan Substantive Test of Transaction atas akuisisi adalah sbb. Contoh Test of Control dan Substantive Test of Transaction atas pembayaran kas adalah sbb. Contoh Test of Control dan Substantive Test of Transaction atas pembayaran kas adalah sbb. Metodologi untuk Merancang TBD Utang Usaha Utang usaha merupakan kewajiban yang belum dibayar atas barang dan jasa yang diterima dalam peristiwa bisnis biasa. Metodologi yang digunakan sama dengan yang digunakan untuk TDB piutang usaha. Jika TOC dan STOT menunjukkan bahwa pengendalian telah beroperasi dengan efektif dan prosedur analitis menunjukkan hasil yang memuaskan, auditor mungkin akan mengurangi TDB utang usaha. Tetapi karena utang usaha cenderung material, auditor hampir selalu melaksanakan sejumlah TDB. Account Payable adalah kewajiban yang belum dibayar untuk barang dan jasa yang diterima dalam kegiatan bisnis biasa. A/P termasuk kewajiban untuk perolehan bahan baku, peralatan, utilitas, perbaikan, dan banyak jenis barang dan jasa lainnya yang diterima sebelum akhir tahun. Sebagian besar A/P juga dapat diidentifikasi dengan adanya faktur vendor untuk kewajiban tersebut. Account Payable harus dibedakan dari kewajiban yang masih harus dibayar dan kewajiban yang mengandung bunga. Liabilitas adalah A/P hanya jika jumlah total kewajiban diketahui dan terutang pada tanggal neraca. Jika kewajiban termasuk pembayaran bunga, maka harus dicatat sebagai wesel bayar, hutang kontrak, hutang hipotek, atau hutang obligasi. Berikut metodologi untuk merancang TDB Mengidentifikasikan risiko bisnis klien yang memengaruhi utang usaha Sekarang ini siklus akuisisi dan pembayaran telah banyak berubah akibat kemajuan zaman. Pengaturan dan sistem perusahaan menjadi kompleks yang mungkin saja memiliki risiko yang signifikan. Auditor harus memahami perubahan sistem ini untuk mengidentifikasi apakah risiko bisnis klien dan pengendalian manajemen terkait telah mempengaruhi kemungkinan salah saji yang material dalam utang usaha. 2. Menetapkan materialitas kinerja dan menilai risiko inheren Auditor umumnya menetapkan materialitas kinerja yang tinggi karena saldo dari utang usaha relatif besar. Dan juga auditor seringkali menilai risiko inheren sebagai sedang atau tinggi. Hal ini karena mereka peduli terutama dengan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo pisah batas dan kelengkapan karena berpotensi menimbulkan salah saji saldo akun. 3. Menilai risiko pengendalian dan merancang TOC dan STOT Setelah menetapkan materialitas kinerja dan risiko inheren, auditor akan menilai risiko pengendalian berdasarkan pemahaman pengendalian internal. STOT auditor juga akhirnya akan bergantung pada keefektifan pengendalian internal yang berhubungan dengan utang usaha. Karena itu auditor harus memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai pengendalian internal berhubungan dengan utang usaha. Dan hal ini telah dibahas diatas. 4. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis Prosedur analitis berguna untuk mengungkakpan bidang dimana penyelidikan atau pemeriksaan tambahan memang diperlukan. Auditor harus membandingkan total beban tahun berjalan dengan tahun sebelumnya untuk mengungkapkan salah saji akun utang usaha serta akun beban. Karena double enrty, salah saji akun beban biasanya juga menimbulkan salah saji yang sama dalam akun utang usaha. Hal ini merupakan prosedur yang efektif untuk menganalisisi utang usaha apabila beban dari tahun ke tahun diharapkan stabil. 5. Merancang dan melaksanakan TDB Tujuh dari delapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo dapat diterapkan pada utang usaha eksistensi, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi, pisah batas, detail tie-in, serta hak dan kewajiban. Jika dalam audit atas aset auditor menekankan pada lebih saji saldo, berbeda pada audit utang usaha atau kewajiban dimana auditor lebih menekankan pada kurang saji saldo. Perbedaan ini terkait dengan kewajiban hukum akuntan publik. Jika pengguna laporan keuangan setelah diaudit menentukan bahwa ekuitas dilebihsajikan secara material yang notabene diakibatkan oleh lebih saji aset atau kurang saji utang usaha, tuntutan hukum terhadap kantor akuntan publik mungkin akan terjadi. Pengujian Kewajiban Setelah Merupakan hal yang penting bagi utang usaha. Luas pengujian untuk mengungkapkan utang usaha belum tercatat sangat bergantung pada penilaian risiko pengendalian dan materialitas saldo akun potensial. Memeriksa Dokumentasi yang Mendasari Pengeluaran Kas Selanjutnya. Auditor biasanya memeriksa dokumen pendukung menyangkut pengeluaran kas setelah tanggal neraca untuk menentukan apakah pengeluaran kas dilakukan untuk kewajiban periode berjalan. Jika memang untuk periode berjalan, auditor harus menelusurinya ke neraca saldo utang usaha untuk memastikan bahwa pembayaran tersebut memang telah Memeriksa Dokumentasi yang Mendasari Tagihan yang Belum Dibayar Beberapa Minggu Setelah Akhir Cara yang digunakan sama seperti sebelumnya dan untuk tujuan yang sama. Perbedaannya adalah karena dilakukan untuk kewajiban yang belum dibayar mendekati akhir audit dan buka untuk kewajiban yang telah dibayar. Menelusuri Laporan Penerimaan yang Dikeluarkan Sebelum Akhir Tahun ke Faktur Vendor Semua barang yang belum diterima sebelum akhri tahun periode akuntansi harus dicantumkan sebagai utang usaha. Auditor menguji kewajiban yang belum tercatat dengan menelusuri laporan penerimaan yang diterbitkan hingga akhir tahun ke faktur vendor dan memastikan bahwa laporan itu telah dimasukkan dalam utang usaha. Menelusuri Laporan Vendor yang Menunjukkan Saldo yang Jatuh Tempo ke Neraca Saldo Utang Jika klien menyimpan laporan vendor, auditor dapat menelusuri setiap laporan yang memiliki saldo jatuh tempo pada tanggal neraaca ke listing untuk memastikan bahwa hal itu telah dicantumkan sebagai utang usaha. Mengirim Konfirmasi ke Vendor dengan Siapa Klien Melakukan Audirot kadang-kadang menggunkan konfirmasi untuk menguji cendor yang dihapus dari daftar utang usaha, transaksi yang dihilangkan dan saldo akun yang salah saji. Pengujian Pisah Batas Cutoff Test. Untuk menentukan apakah transaksi yang dilakukan beberpa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dicatat pada periode yang Hubungan Pisah Batas dengan Observasi Pemeriksaan Fisik Persediaan. Untuk menentukan apakah pisah batas utang usaha sudah benar, sangat penting jika pengujian pisah batas dikoordinasikan dengan observasi fisik persediaan. Informasi pisah batas untuk akuisisi harus diperoleh selama observasi fisik persediaan. Auditor mereview prosedur dalam departemen penerimaan untuk menentukan bahsa semua persediaan yang diterima telah dihitung dan auditor mencatat nomor penerimaan terakhir dimana persediaan dilibatkan dalam perhitungan Auditor menelusuri nomor laporan penerimaan tersebut ke catatatn utang usaha untuk memverifikasi bahwa hal itu telah dimasukkan atau dikecualikan dengan benar. Persediaan dalam Perjalanan. Menyangkut utang usaha, auditor harus membedakan antara akuisisi persediaan atas dasar FOB Destination atau FOB Origin. Jika FOB Destination hanya persediaan yang diterima pada atau sebelum tanggal neraca yang harus dimasukkan dalam persediaaan dan utang usaha pada akhir tahun. Jika FOB Origin persediaan dan utang usaha harus dicatat pada periode berjalan ketika pengiriman dilakukan sebelum atau pada tanggal neraca. 6. Reliabilitas bukti Perbedaan Antara Faktur Vendor dan Laporan Vendor Laporan vendor lebih unggul dalam memverifikasi saldo utang usaha karena mencantumkan saldo akhir. Sedangkan faktur vendor lebih unggul dalam memverifikasi transaksi karena menunjukkan rincian transaksi. 2. Perbedaan Laporan Vendor dan Konfirmasi Perbedaan laporan vendor dengan konfirmasi terletak dari segi sumber informasinya. Laporan vendor dibuat oleh vendor dan diberikan kepada klien sehingga saat pemeriksaan berada di tangan klien. Hal ini bisa menjadi celah dimana klien mungkin menyembunyikan atau mengubah laporan vendor dari auditor. Sedangkan konfirmasi sebenarnya hal yang sejenis dengan laporan vendor namun langsung dikirimkan ke kantor akuntan publik sehingga lebih dapat diandalkan. 7. Ukuran sampel Auditor juga harus memperhatikan ukuran sampel ketika mengaudit utang usaha dengan ukuran yang sangat bervariasi. Jika pengendalian internal lemah, hampir semua item populasi harus diverifikasi. Tujuan keseluruhan dalam mengaudit Account Payable adalah untuk menentukan apakah saldo A/P dinyatakan secara adil dan diungkapkan dengan benar. Tujuh dari delapan tujuan audit terkait saldo berlaku untuk A/P keberadaan, kelengkapan, keakuratan, klasifikasi, cutoff, detail tiein, serta hak dan kewajiban. Nilai yang dapat direalisasi tidak berlaku untuk liabilitas. Berikut adalah tujuan audit serta asersi untuk Test of Detail of Balance atas Account Payable. Standar Asersi AICPA Tujuan Audit Terkait Saldo Asersi Utang dalam daftar utang sesuai dengan buku besar terkait, dan totalnya telah ditambahkan dengan benar serta sesuai dengan buku besar umum Detail tie-in Utang di dalam daftar utang ada Existence Utang yang ada telah dicantumkan dalam daftar utang Completeness Utang dalam daftar utang sudah akurat Accuracy Utang dalam daftar utang telah diklasifikasikan dengan benar Classification Transaksi dalam siklus pembelian dicatat pada periode yang tepat Cutoff Perusahaan memiliki obligasi untuk membayar kewajiban yang termasuk dalam utang yang Obligation Berdasarkan tujuan audit tersebut, dapat ditentukan prosedur audit yang akan audit umum untuk mengungkapkan Account Payable yang tidak tercatat antara lain sebagai berikut Out of Period Liability Tests Periksa Dokumentasi yang Mendasari untuk Pencairan Kas Selanjutnya Auditor memeriksa dokumentasi pendukung untuk pencairan kas setelah tanggal neraca untuk menentukan apakah pencairan kas adalah untuk kewajiban periode erjalan. Jika ini merupakan liabilitas periode berjalan, auditor harus melacaknya ke Trial Balance A/P yang dibayarkan untuk memastikannya dimasukkan. Receiving report menunjukkan tanggal inventaris diterima dan karenanya merupakan dokumen yang sangat berguna. Demikian pula, faktur vendor biasanya menunjukkan tanggal layanan disediakan. Auditor sering memeriksa dokumentasi untuk pembayaran kas yang dilakukan pada periode berikutnya selama beberapa minggu setelah tanggal neraca, terutama ketika klien tidak membayar tagihan tepat waktu. Periksa Dokumentasi yang Mendasari untuk Tagihan yang Tidak Dibayar Beberapa Minggu Setelah Akhir Tahun Auditor melaksanakan prosedur ini dengan cara yang sama seperti yang sebelumnya dan untuk tujuan yang sama. Prosedur ini berbeda karena dilakukan untuk kewajiban yang belum dibayar di dekat akhir audit daripada untuk kewajiban yang telah dibayarkan. Melacak Laporan Penerimaan yang Diterbitkan Sebelum Akhir Tahun ke Faktur Vendor Terkait Semua barang dagangan yang diterima sebelum akhir tahun periode akuntansi harus dimasukkan sebagai utang dagang. Dengan melacak receiving report yang dikeluarkan hingga akhir tahun ke faktur vendor dan memastikan bahwa mereka termasuk dalam utang dagang, auditor sedang menguji kewajiban yang tidak tercatat. Lacak Pernyataan Vendors yang Menunjukkan Saldo yang Mengacu pada Account Payable Trial Balance Jika klien menyimpan file pernyataan vendors, auditor dapat melacak setiap pernyataan yang memiliki saldo yang jatuh tempo pada tanggal neraca hingga cantuman untuk memastikan itu dimasukkan sebagai Account Payable. Kirim Konfirmasi ke Vendor dengan mana Klien Melakukan Bisnis Meskipun penggunaan konfirmasi untuk utang dagang lebih jarang daripada untuk piutang dagang, auditor kadang-kadang menggunakannya untuk menguji vendor yang dihilangkan dari daftar hutang, transaksi yang dihilangkan, dan saldo akun yang salah saji. Mengirim konfirmasi ke vendor aktif yang belum memasukkan saldo dalam daftar utang dagang adalah cara yang berguna untuk mencari jumlah yang dihilangkan. Jenis konfirmasi ini biasa disebut konfirmasi saldo nol. Cutoff test Cutoff Account Payable dilakukan untuk menentukan apakah transaksi dicatatbeberapa hari sebelum dan sesudah tanggal neraca dimasukkan dalam periode yang benar. Lima tes audit liabilitas di luar periode yang baru saja kita diskusikan adalah semua uji cutoff untuk akuisisi, tetapi mereka menekankan pada understatement. Untuk tiga prosedur pertama, juga tepat untuk memeriksa dokumentasi pendukung sebagai ujian dari overstatement A/P. Sebagai contoh, prosedur ketiga pengujian untuk understatement A/P yang tidak tercatat dengan melacak receiving report yang diterbitkan sebelum akhir tahun ke faktur vendor terkait. Untuk menguji jumlah cutoff yang terlalu tinggi, auditor harus melacak receiving report yang diterbitkan setelah akhir tahun untuk faktur terkait untuk memastikan bahwa mereka tidak dicatat sebagai A/P kecuali jika itu merupakan inventory in transit. Hubungan Cutoff dengan Pengamatan Fisik Inventory Dalam menentukan bahwa cutoff A/P adalah benar, penting bahwa tes cutoff dikoordinasikan dengan pengamatan fisik inventory. Misalnya, asumsikan bahwa akuisisi inventory sebesar $ diterima pada sore hari tanggal 31 Desember, setelah inventaris fisik selesai. Jika akuisisi termasuk dalam utang dagang dan pembelian tetapi dikecualikan dari persediaan akhir, hasilnya adalah understatement laba bersih $ Sebaliknya, jika akuisisi dikecualikan dari inventory dan utang dagang, ada salah saji dalam neraca, tetapi laporan laba rugi benar. Satu-satunya cara auditor akan mengetahui jenis salah saji yang telah terjadi adalah mengoordinasikan uji cutoff dengan pengamatan inventory. Inventory in Transit Dalam utang dagang, auditor harus membedakan antara akuisisi inventory yang berdasarkan FOB destination dan yang dibuat sebagai FOB origin. Untuk FOB destination, hak berpindah kepada pembeli ketika persediaan diterima, jadi hanya persediaan yang diterima pada atau sebelum tanggal neraca yang harus dimasukkan dalam persediaan dan utang dagang pada akhir tahun. Ketika akuisisi adalah FOB origin, perusahaan harus mencatat inventory dan akun terkait yang harus dibayar pada periode berjalan jika pengiriman terjadi pada atau sebelum tanggal neraca. Auditor dapat menentukan apakah inventory telah diperoleh dengan FOB destination atau FOB origin dengan memeriksa faktur vendor. Auditor harus memeriksa faktur untuk barang yang diterima segera setelah akhir tahun untuk menentukan apakah mereka menggunakan basis FOB origin. Bagi barang yang tanggal pengirimannya berada dan ketika pada atau sebelum tanggal neraca, persediaan dan akun utang terkait harus dicatat pada periode berjalan jika jumlahnya material. Substantive Analytical Procedure Penggunaan prosedur analitis sama pentingnya dalam siklus akuisisi dan pembayaran seperti dalam setiap siklus lainnya, terutama untuk mengungkap salah saji dalam hutang dagang. Berikut adalah Substantive Analytical Procedure untuk Siklus Pembelian. Substantive Analytical Procedure Bandingkan saldo akun Expense terkait akuisisi dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah saji A/P dan Expense. Meninjau daftar A/P untuk hutang yang tidak biasa, nonvendor, dan berbunga. liabilities. Salah saji klasifikasi untuk non-trade Bandingkan akun A/P individu dengan tahun sebelumnya Akun yang tidak tercatat atau tidak ada, atau salah saji. Hitung rasio, seperti Purchase dibagi dengan A/P, dan A/P dibagi dengan kewajiban lancar. Akun yang tidak tercatat atau tidak ada, atau salah saji. 20 Questions By Roninglipar Updated Mar 22, 2022 Attempts 10246 Share Settings Feedback During the Quiz End of Quiz Difficulty Sequential Easy First Hard First . 1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerimaan barang guna memastikan keabsahannya sebagai berikut, kecuali ..... A. Pengecekan acak atau keseluruhan kondisi isi kemasan B. Tanggal kadaluarsa barang, nomor batch C. Secara fisik, barang dapat dilihat, diraba atau dirasa dan dapat dibandingkan dengan dokumen pengantaran D. Prinsip penerimaan barang adalah menerima fisik barang secara langsung dan bukan hanya dokumennya saja E. Kuantitas barang dapat dicek belakangan dan tidak perlu menggunakan dokumen 2. Beriktu ini yang termasuk langkah-langkah pendistribusian adalah .... A. Penyusunan alokasi B. Penyusunan tempat C. Penyerahan dokumen D. Penyerahantanda terima E. Penyerahan bukti pembelian 3. Barang yang akan disimpan dapat dikelompokkan sebagai berikut, kecuali .... A. Disimpan kemudian disalurkan lagi ke satuan kerja lain atau pemakai berdasarkan ketentuan pengirim atau ketentuan menurut kebijaksanaan pimpinan B. Disimpan sementara tanpa pembongkaran kemudian diteruskan ke alamat yang tercantum pada etiket atau label peti kemasan dengan keterangan transit atau penyimpanan sementara C. Disimpan sebagai barang sediaan D. Disimpan sebagai barang kebutuhan sehari-hari rumah tangga E. Disimpan dalam proses pemakaian 4. Laporan pemenerimaan barang disebut juga dengan istilah .... A. Encountering report B. Finding report C. Receiving report D. Obtaining report E. Receiving account 5. Nama lain dari dokumen pengiriman adalah .... A. Delivery instruction B. Delivery order C. Delivery map D. Delivery note E. Packing list 6. Menerima fisik dari pabrik atau distributor yang disesuaikan dengan dokumen pemesanan dan pengiriman dan dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan penanganan barangnya merupakan pengertian dari .... A. Penyimpanan barang B. Pendistribusian barang C. Penerimaan barang D. Penyaluran barang E. Pengoperasian barang 7. Kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkan barang tersebut, yang diberikan ke pemegang satu dengan yang lainnya disebut .... A. Pengertian pendistribusian B. Pengertian sarana dan prasarana C. Pengertian sarana dan prasarana kantor D. Pengertian pemindahan kantor E. Pengertian sistem pendistribusian 8. Barang yang sudah diterima dan diinventarisasikan tidak langsung disalurkan, melainkan harus disimpan terlebih dahulu di gudang adalah pengertian dari .... A. Sistem pendistribusian secara tepat B. Sistem pendistribusian secara tidak tepat C. Sistem pendistribusian secara langsung D. Sistem pendistribusian secara tidak langsung E. Sistem pendistribusian abjad 9. Kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk menampung hasil pengadaan barang-barang kantor yang berasal dari instansi lain disebut .... A. Penyimpanan B. Pendistribusian C. Pemeliharaan D. Penerimaan E. Pembagian 10. Perhatikan asas-asas berikut ! Asas ketetapan Asas kecepatan Asas kejujuran Asas keamanan Asas pendistribusian Asas ekonomi Berikut ini yang termasuk asas pendistribusian adalah ..... A. 1, 2, 3, dan 4 B. 2, 3, 4, dan 5 C. 1, 3, 5, dan 6 D. 1, 2, 3, dan 6 E. 1, 2, 4, dan 6 11. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan sarana dan prasarana kantor adalah ..... A. Orang yang memberikan barang tersebut B. Orang/perusahaan dari barang tersebut C. Sifat barang yang disimpan D. Nama orang yang menerima barang E. Bukti penerimaan barang 12. Pada umumnya kartu barang diletakkan di .... A. Kantor distribusi barang B. Kantor cabang C. Kantor utama D. Tempat penyimpanan barang yang bersangkutan E. Ruang khusus distribusi 13. Lembaga-lembaga distributor yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang dari produsen ke konsumen disebut ..... A. Saluran distribusi B. Pedoman distribusi C. Pihak distributor D. Pihak penyalur E. Penyalur penjualan 14. Tujuan akhir penyusunan alokasi barang adalah ..... A. Untuk menghindari kerusakan barang sehingga tidak berpengaruh pada harga sampai pada penerima B. Untuk menghindari pemborosan yang seharusnya tidak terjadi C. Untuk mengidentifikasi perusahaan pengangkut, sumber, tujuan dan berbagai instruksi pengiriman barang D. Untuk menempatkan sesuatu pada tempat yang semestinya E. Agar barang dapat selalu siap digunkaan atau siap pakai 15. Pencatatan barang pada buku barang atau buku penerimaan memuat informasi berikut, kecuali .... A. Harga satuan dan jumlah barang B. Nama dan alamat pengirim C. Nomor dan tanggal bukti atau dokumen pengiriman D. Tanggal pengiriman barang E. Tanggal penerimaan barang 16. Berikut ini bukan merupakan asas di dalam pendistribusian barang adalah ..... A. Ketepatan B. Kecepatan C. Keamanan D. Ekonomi E. Kejelasan 17. Berikut ini yang termasuk fungsi dari penyimpanan adalah ..... A. Supaya barang tidak dipakai B. Dibiarkan disimpan di gudang C. Tidak untuk dipakai D. Sebagai syarat untuk memenuhi fasilitas kantor E. Agar barang tidak cepat rusak 18. Nama lain dari surat jalan adalah ..... A. Delivery instruction B. Delivery order C. Delivery map D. Delivery note E. Packing list 19. Barang yang sudah diterima dan diinventarisasikan langsung disalurkan pada bagian yang membutuhkan tanpa proses penyimpanan terlebih dahulu disebut .... A. Sistem pendistribusian secara tepat B. Sistem pendistribusian secara tidak tepat C. Sistem pendistribusian secara langsung D. Sistem pendistribusian secara tidak langsung E. Sistem pendistribusian abjad 20. Berikut yang tidak termasuk ke dalam beberapa aspek diatur oleh produsen dalam kaitannya dengan distribusi adalah .... A. Persyaratan promosi B. Distribusi fisik C. Piutang penjualan D. Kelancaran penjualan E. Syarat penjualan Back to top

laporan penerimaan barang kantor disebut juga