Dengan data yang dimiliki, informasi yang termuat di FlightRadar24 bisa dikatakan cukup akurat. Aplikasi ini bisa diunduh via Google Play Store (untuk Android) atau App Store (untuk iOS) secara gratis. Namun, terdapat beberapa fitur yang tidak bisa diakses pada FlightRadar24 versi gratis, salah satunya seperti informasi cuaca saat penerbangan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa robot ini mampu mencari korban bencana secara otonom dengan mendeteksi pergerakan kecil dan temperatur korban. Kemudian, koordinat lokasi korban dikirim ke tim masing-masing menunjukkan sistem kerja modul GPS yang ada pada alat. Gambar 2 menunjukan diagram alur yang menjelaskan kerja GPS untuk mengirimkan titik koordinat ke user melalui SMS. Ketika user ingin mencari keberadaan orang yang hilang alat sudah harus dalam keadaan saklar on/aktif, yang ditandai dengan menyalanya Perlu melakukan koreksi karena biasanya GPS drone masih menggunakan GPS yang ketelitiannya di atas 2m. Untuk keperluan data akurasi tinggi, tentu kita harus memperbaikinya agar sesuai standar. Cara memperbaikinya yaitu dengan menggunakan koreksi data GCP (titik kontrol) yang diperoleh dari pengukuran lapangan. Melalui SIdopi yang dapat di akses melalui online, kini registrasi drone dan pilot drone bisa dilakukan lebih mudah. Diluncurkannya Sidopi tak lepas dari jumlah populasi drone yang besar dan pemanfaatannya yang semakin masif. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto mengatakan, aplikasi ini diluncurkan sebagai bentuk komitmen DKPPU RBze0.

cara mencari drone gps yang hilang